Thursday, January 3, 2013

Kompleksitas Dan Kecerdasan (Sebuah Perenungan)


Dalam buku In Search of Excellence (Tom Peters & R.H. Waterman), ada secuil cerita menarik yang mereka dengar dari Gordon Siu. Siu menceritakan tentang eksperimen di mana beberapa ekor lebah dan beberapa ekor lalat ditempatkan di dalam sebuah botol. Botol tersebut lalu diletakkan horisontal (memanjang) dengan bagian pantatnya yang tertutup dihadapkan ke jendela yang terkena sinar matahari, sementara bagian leher botol yang terbuka membelakangi jendela.
Lebah-lebah, yang terkenal sebagai salah satu serangga tercerdas, mati-matian berusaha keluar dari botol dengan terbang menuju ke arah cahaya (jendela). Karena cerdas, mereka berusaha mencari jalur terdekat untuk pulang ke rumah. Karena itu, mereka bertekad terbang menuju ke arah jendela apa pun resikonya. Namun karena arah tersebut tertutup bagian belakang botol, usaha mereka berakhir tragis. Para lebah akan mencoba terus sampai mati kecapaian.
Sementara lalat, yang terkenal sebagai serangga bodoh dengan otak secuil, terbang kesana kemari tanpa tujuan yang jelas. Walau demikian, perlahan-lahan tapi pasti, satu per satu dari mereka berhasil menemukan jalan keluar melalui leher botol.
Apa artinya hasil eksperimen tersebut buat kita?
Kecerdasan dan ketekunan belaka ternyata bukanlah modal utama buat sukses, terutama bila kondisi berubah drastis. Tujuan kita boleh tetap, tetapi kita terkadang harus mengambil jalan memutar bila ingin sampai di tujuan. Lebah yang cerdas memang akan mencapai tujuan lebih cepat dibanding lalat bila tidak ada halangan, tetapi bila ada halangan menanti atau lingkungan berubah (terperangkap di dalam botol yang diletakkan membelakangi jendela), sikap keras kepala mereka akan berbuah bencana. Justru upaya coba-coba yang dilakukan lalat adalah strategi yang lebih tepat.
Kecerdasan dan keahlian sering juga membutakan kita dengan membuat kita melihat masalah melalui kaca mata kuda. Bila kita memegang palu, semua kelihatan seperti paku. Kita hanya bisa melihat satu arah saja tanpa mempertimbangkan kemungkinan lain, sementara untuk menghadapi perubahan, fleksibilitas lebih dibutuhkan.
Hal yang sama juga berlaku untuk penentuan strategi perusahaan dan rencana masa depan pribadi. Dalam konteks dunia yang berubah cepat ini, apakah strategi yang Anda jalankan mengikuti cara lebah yang keras kepala, atau lalat yang mencoba berbagai alternatif lain ketika menemui kegagalan?

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...