Tuesday, June 21, 2011

Framework dalam Cost/Benefit Analysis


Dalam investasi pastilah kita semua sudah menyadari bahwa manfaat (benefit) yang kita terima harus lebih besar dibandingkan semua pengeluaran (cost) yang dikeluarkan, namun tidak semua tahu atau mengerti bagaimana analisis untuk hal tersebut dilakukan. Berikut langkah-langkah dalam melakukan analisis cost-benefit:
  1. Pahami status quo dari cost/ biaya: Ketahui apakah benefit yang akan diterima lebih besar dibandingkan opportunity cost -nya (biaya atas kesempatan yang hilang karena dana kita terikat dalam investasi tersebut)  . Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah benefit dari investasi ini layak atau tidak, jangan sampai terjadi kita investasi namun benefit yang kita dari investasi tersebut lebih kecil dibandingkan jika kita menabung/ deposito uang kita di bank (suku bunga bank Indonesia seringjkali dijadikan acuan sebagai tolok ukur persentase minimal return / benefit dari investasi kita).
  2. Identifikasi berbagai biaya: Selain kita ketahui berbagai biaya yang diinformasikan secara terbuka dari pihak yang menawarkan investasi, kita juga harus mengidentifikasi berbagai kemungkinan kenaikan biaya di masa yang akan datang seiring dengan kenaikan tingkat inflasi (seringkali ini yang jadi alasan untuk menaikkan biaya) dan juga berbagai kemungkinan biaya baru yang sewaktu-waktu muncul akibat :
    1. Terkadang tidak semua jenis biaya yang terjadi di masa yang akan datang diinformasikan oleh pihak yang menawarkan investasi
    2. Terjadinya berbagai peristiwa yang tidak bisa diprediksi seperti: bencana alam, perang, krisis ekonomi, dsb
  3. Identifikasi berbagai benefit dari investasi : ketahuilah berbagai benefit yang akan /bisa muncul dari  investasi di masa yang akan datang.
  4. Ketahuilah berapa besar penghematan biaya yang terjadi jika kita memutuskan berinvestasi dalam satu jenis investasi.  What can u stop doing if you make this investment?
  5. Buatlah timeline schedule/cash flow projection dari berbagai biaya dan pendapatan yang akan terjadi: petakan berbagai biaya dan pendapatan yang akan terjadi dan berapa jumlahnya untuk masing-masing periode investasi (bulanan, tahunan)
  6. Evaluasi berbagai biaya dan benefit yang tidak dapat dihitung/dikuantifikasi: identifikasilah berbagai benefit yang tak berwujud seperti kenaikan citra credit rating kita di mata perbankan, memperkuat posisi tawar kita terhadap pihak lain seperti distributor, kompetitor atau lainnya demikian juga dengan biaya-biaya yg tidak dapat dikuantifikasi yang muncul.

Monday, June 20, 2011

A Leeson From A Child Story: A Great Passion Bring A Great Life


Murni dan segar adalah bunga-bunga yang berembun;
Jernih dan nyaring adalah kicauan burung-burung.
Awan berarak tenang, air laut kebiru-biriuan.
Siapakah penulis Kitab Sejati Tanpa Aksara?
Menjulang tinggi adalah pegunungan;
Hijau adalah pepohonan, dalam adalah lembah-lembah.
Angin berembus lembut, rembulan pun cerah.
Diam-diam kubaca Kitab Sejati Tanpa Aksara
[Zenkei Shibayama]-Kitab Sejati Tanpa Aksara


Kemarin malam, dalam perjalanan pulang dari sebuah supermarket, istri saya menceritakan sebuah kisah nyata yang dia baca dari link yang dikirimkan teman kami dari sebuah grup diskusi. Kisah itu bercerita tentang kejadian nyata yang dialami oleh seorang anak SD yang tinggal bersama neneknya di sebuah rumah yang beralaskan tanah dan tikar, berdinding hanya selutut orang dewasa di bawah sebuah jembatan ( bisa dibilang dalam perspektif  standard hidup perkotaan saat ini itu bukan sebuah rumah). Yang menjadi inti kisah tersebut adalah bagaimana kebesaran hati yang maha luas seperti sebuah samudera raya yang entah bagaimana caranya bisa ada dalam sebuah bejana tanah liat yang dihembus dengan sebuah hembusan menjadi sesosok yang namanya anak kecil dalam menghadapi berbagai kegetiran hidup di jaman ini. Kisah itu selengkapnya dapat dibaca di http://muda.kompasiana.com/2011/06/18/senyuman-alex/


Entah mengapa! Ketika istri saya menuturkan ulang kisah ini membuat saya yang saat itu sedang menyetir  seolah-olah melihat sebuah film layar lebar, dengan kaca depan mobil kami sebagai layar sorotnya, dimana tergambar jelas alur kisah tersebut dalam benak saya (yang untungnya tidak sampai menimbulkan masalah pandangan di tengah mengendarai mobil… ).  Kisah tersebut membuat saya dan anak kami terdiam khusyuk mendengarnya, entah mengapa juga anak kami yang biasanya aktif menjadi seolah terhipnotis dengan kisah tersebut, dalam relung hati saya ada keharuan yang menjelma menjadi sebuah keprihatinan dan simpati yang teramat mendalam  akan kisah anak tersebut.

Di ujung kisah tadi, saya teringat akan sebuah syair (di atas) yang menurut saya sangat luar biasa yang ditulis oleh Zenkei Shibayama, perlu diketahui ini satu-satunya syair Jepang yang saya ketahui dan member kesan mendalam akan maknanya.

Syair di atas menggambarkan keindahan alam sebagai sebuah maha karya yang dianalogikan dengan sebuah Kitab Tanpa Aksara, namun setelah mendengar kisah anak tadi, di benak saya muncul ide bahwa Kitab tersebut sejatinya juga mencakup kisah-kisah nyata yang dialami seluruh mahluk hidup, dengan salah satu ayatnya yang mengisi kitab tersebut adalah kisah anak tadi.

Namun, setelah saya renungkan lagi, ada ide lain muncul yang menyatakan bahwa kisah anak tersebut termasuk dan dicatat dalam Kitab Kehidupan. Dalam ajaran nasrani, kisah setiap orang akan dimasukkan ke dalam sebuah kitab yang bernama Kitab Kehidupan, yang akan dijadikan acuan untuk mempertimbangkan keadilan dalam pengadilan akhir untuk menentukan status kekekalannya apakah masuk surga atau neraka. 

“Wah, ada dua kitab dong kalau begitu?”  Saya bertanya-tanya sendiri dibuatnya.
Tidak seperti itu jika ditilik lebih lanjut keduanya merupakan Kitab Tanpa Aksara dan keduanya juga Sejati yakni sebagai Maha KaryaNya. Zenkei memaknai keindahan alam sebagai Maha KaryaNya dalam melukis alam di dunia ini untuk bisa dinikmati oleh kita semua dan saya setuju jika secara tanpa sadar menikmati keindahan alam berarti kita sedang membaca karyaNya yang Agung yang berupa tulisan Tanpa Aksara di alam ini. Namun saya menyadari karyaNya yang paling Agung adalah manusia dan kisahnya.

“ Manusia?” Barangkali banyak yang seia sekata dengan saya, tapi kisah seseorang apakah bisa disebut karyaNya yang paling Agung???

“Yap, salah satu contohnya adalah kisah anak tadi, bukan!” 

Saya sangat meyakini karena itulah anak tadi bisa dengan tabahnya menghadapi berbagai kegetiran hidup ini , karena itulah seorang anak kecil tadi bisa memiliki kebesaran hati sebesar samudera luas yang dimasukkan ke dalam sebuah bejana tanah liat yang diberi hembusan. Di tengah berbagai aspek ketidakadilan yang secara kasat mata terlihat menimpa anak ini diam-diam meruak keadlian sejati dari dalam dirinya…

Sunday, June 19, 2011

Sejarah Permainan Monopoli

Tentunya anda pernah memainkan permainan MONOPOLY tersebut sewaktu kecil bahkan sekarang pun masi memainkannya. Permainan tersebut amat di kenal dan digemari bahkan para ahli financial amat menyarankan anda untuk memainkan permainan tersebut. Bahkan R.Kiyosaki (Cashflow) dan Donald Trump (Trump the game) ikut2an mematenkan permainan seperti itu hanya saja dengan kelas yang lebih berbeda..

Yah, permainan monopoly adalah permainan yang sudah mendunia, tidak saja anak2 kecil yang pantas memainkannya, para remaja dan anak dewasa juga larut dalam permainan tersebut.. Perputaran uang di dunia nyata di terapkan didalam permainan ini. Para pemain berlomba-lomba mengumpulkan kekayaan melalui penyewaan dan pertukaran properti dalam sistem ekonomi yang disederhanakan..


Setiap pemain melemparkan dadu secara bergiliran untuk memindahkan bidaknya, dan apabila ia mendarat di petak yang belum dimiliki oleh pemain lain, ia dapat membeli petak itu sesuai harga yang tertera. Bila petak itu sudah dibeli pemain lain, ia harus membayar pemain itu uang sewa yang jumlahnya juga sudah ditetapkan. Dan jika pemain sudah mencapai kembali di petak dimana permainan di mulai, maka pemain menerima Uang dari Bank dengan jumlah yang di sepakati..

Asyik bukan? seperti itu juga kehidupan kita, bekerja keras setiap hari untuk menerima gaji pada waktunya.. kemudian uang tersebut di gunakan untuk membeli asset yang nantiny akan menghasilkan arus kas untuk kita.. Semakin banyak asset yang anda beli maka semakin kaya pula anda... (Alasan ini lah yang membuat para pakar financial menganjurkan permainan monopoli)
"Anda ingin tahu bagaimana caranya Kaya cobalah bermain monopoly"

Ternyata sejarah permainan monopoli memiliki cerita kontroversialnya mengenai siapa pemilik hak paten yang sesungguhnya.. Mari kita ikutin jalan cerita munculnya permainan Monopoli ini :

-Jauh sebelum Charles Darrow mematenkan permainan monopoli ini, Sudah ada permainan yang seperti monopoli ini. Permainan ini dinamakan The Landlord's Game (Permainan Tuan Tanah) di ciptakan oleh Elizabeth Magie di tahun 1904

- Ide Magie menciptakan permainan ini berharap dapat mempermudah menerangkan prinsip2 Georgism, sistem yang di usulkan oleh Henry George, bagaimana para pemilik tanah memperkaya diri melalui penarikan sewa tanah mereka.

- Walaupun di patenkan thn 1904 , Permainan ini justru mulai di terbitkan oleh The Newbie Game Company di London tahun 1913 dengan nama Brer Fox an' Brer Rabbit.

- Magie kemudian kembali menjual hak patennya tahun 1935 kepada Perusahaan Parker Brother senilai $500.

- Ternyata di belahan lain , Di awal tahun 1930 Charles Darrow dari Germantown, Pennsylvania yang terkena dampak dari masa depresi hebat yang melanda Amerika, terinspirasi untuk merancang apa saja yang akan dia lakukan jika suatu saat nanti ia menjadi jutawan. Semua gagasan itu di wujudkan dalam permainan. Sebuah permainan uang dengan mengunakan versinya sendiri (Terlepas dari apakah Charles Darrow pernah memainkan permainan The LandLord sebelumnya)

- Sampai tahun 1930 Charles tidak sanggup lagi untuk menangani permintaan yang datang. Ia kemudian menjual hak patennya kepada perusahaan yang sama dengan Magie, yaitu Parker Brother dan menarik royalty untuk tiap permainan yang terjual.

- Pada awalnya Parker Brother sempat menolak dengan berbagai alasan. Salah satu alasan nya adalah sudah ada permainan yang serupa dengan permainan tersebut. Akan tetapi karena melihat tingginya penjualan permainan ini pada hari natal 1934, Parker Brother mulai berubah pikiran.

- Tahun 1935 Permainan Monopoli versi Charles membooming, Magie pun ikut mengklaim hak nya atas penjualan permainan tersebut, Maka Parker Brother kembali memproduksi dan memasarkan permainan tersebut dengan tiga nama yang berbeda , Salah satunya dengan nama The LandLord Games yang sempat terjual beberapa ratus salinan sebelum di hentikan.

- Menjelang tahun 1970,sejarah awal dari permainan monopoli mulai terhapus, Masyarakat lebih mengenal permainan Monopoli yang diciptakan oleh Charles Darrow. Sejarah ini juga diceritakan dalam buku The Monopoly Book: Strategy and Tactics of the World's Most Popular Game, oleh Maxine Brady yang dicetak dalam tahun 1974.

- Profesor Ralph Anspach pernah melayangkan tuntutan kepada Parker Brothers mengenai hak tanda perniagaan permainan Monopoly.

-Profesor Anspach juga menerbitkan buku mengenai penyelidikannya dengan judul The Billion Dollar Monopoly Swindle (Penipuan Monopoly Berbilion Dollar) di mana dia menghujahkan sejarah awal permainan Monopoly dan perkembangan permainan tersebut.

-Tuntutan ini berlarutan hingga pertengahan tahun 1980-an dan status perundangan hak milik perniagaan permainan Monopoly tergantung tanpa rumusan. Kini hak tersebut masi dipegang oleh Parker Brother dan mengakui Charles Darrow sebagai pemilik sah permainan monopoly.

- Perlu di ketahui bahwa kini permainan Monopoly adalah merek internasional yang dimiliki Hasbro (Induk dari Parker Brother) dan sudah dijual lebih dari 105 negara dan diterjemahkan dalam 39 bahasa.


- Kini melalui PT NewBoy Indonesia, kita dapat menikmati permainan monopoli edisi Indonesia. Bertempat di Atrium Plaza Senayan, Monopoly Edisi Indonesia resmi dijual per 1 April 2009. Untuk edisi Indonesia, Hasbro memastikan properti-properti dalam permainan ini memakai nama-nama jalan, fasilitas umum, stasion serta bandara yang ada di Indonesia. Monopoly Edisi Indonesia ini dijual dengan harga Rp 299.900,-

- Pingin ikutan main monopoli tapi ga ada lawan main? Mainkan aja di Monopolylive, anda dapat memainkan secara online, Monopolylive juga menyediakan hadiah buat para pemenang setiap harinya.. So buat anda yang merasa jagoan.. Buruan!!!

- Baca juga bagaimana perjalanan hidup Charles Darrow terinspirasi menciptakan permainan monopoly ini "Jangan Biarkan Impian Anda Padam"

Sumber : Wiki,kompas,monopolylive

Framework, Definisi, Sejarah, dan Karakteristik Reksadana

Reksadana adalah wadah dan pola pengelolaan dana / modal bagi sekumpulan investor untuk berinvestasi dalam instrumen – instrumen investasi yang tersedia dipasar dengan cara membeli unit penyertaan reksadana. Dana ini kemudian dikelola oleh manajer investasi (MI)

Ke dalam portofolio investasi, baik berupa saham, obligasi, pasar uang, ataupun efek / sekuriti lainnya. Menurut undang – undang pasar modal no. 8 tahun 1995 pasal 1 ayat 27: reksadana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dalam portofolio efek oleh manajer investasi. Dari kedua definisi diatas, terdapat 3 unsur penting dalam pengertiaan reksadana yaitu:

1. Adanya kumpulan dana masyarakat, baik individu maupun institusi

2. Investasi bersama dalam bentuk suatu portofolio efek yang telah terdiversifikasi

3. Manajer investasi dipercaya sebagai pengelola dana milik masyarakat investor

Pada reksadana manajemen investasi mengelola dana – dana yang ditempatkannya pada saat surat berharga dan merealisasikan keuntungan ataupun kerugian dan menerima dividen atau bunga yang dibukukannya ke dalam “Nilai Aktiva Bersih” (NAB) reksadana tersebut.

Kekayaan reksadana yang dikelola oleh manajer investasi tersebut wajib untuk disimpan pada bank kustodian inilah yang akan bertindak sebagai tempat penitipan kolektif dan administrator.


Sejarah Reksadana

Reksadana yang pertama kali bernama Massachusetts Investors Trust yang diterbitkan tanggal 21 Maret 1924, yang hanya dalam waktu setahun telah memiliki sebanyak 200 investor reksadana dengan total aset senilai US$ 392.000. Pada tahun 1929 sewaktu bursa saham jatuh maka pertumbuhan industri reksadana ini menjadi melambat. Menanggapi jatuhnya bursa maka Kongres Amerika mengeluarkan Undang-undang Surat Berharga 1933 (Securities Act of 1933) dan Undang-undang Bursa Saham 1934 (Securities Exchange Act of 1934). Berdasarkan peraturan tersebut maka reksadana wajib didaftarkan pada Securities and Exchange Commission atau biasa disebut SEC yaitu sebuah komisi di Amerika yang menangani perdagangan surat berharga dan pasar modal. Selain itu pula, penerbit reksadana wajib untuk menyediakan prospektus yang memuat informasi guna keterbukaan informasi reksadana, juga termasuk surat berharga yang menjadi objek kelolaan, informasi mengenai manajer investasi yang menerbitkan reksadana. SEC juga terlibat dalam perancangan Undang-undang Perusahaan Investasi tahun 1940 yang menjadi acuan bagi ketentuan-ketentuan yang wajib dipenuhi untuk setiap pendaftaran reksadana hingga hari ini. Dengan pulihnya kepercayaan pasar terhadap bursa saham, reksadana mulai tumbuh dan berkembang. Hingga akhir tahun 1960 diperkirakan telah ada sekitar 270 reksadana dengan dana kelolaan sebesar 48 triliun US Dollar. Reksadana indeks pertama kali diperkenalkan pada tahun 1976 oleh John Bogle dengan nama First Index Investment Trust, yang sekarang bernama Vanguard 500 Index Fund yang merupakan reksadana dengan dana kelolaan terbesar yang mencapai 100 triliun US Dollar. Salah satu kontributor terbesar dari pertumbuhan reksadana di Amerika yaitu dengan adanya ketentuan mengenai rekening pensiun perorangan (individual retirement account – IRA), yang menambahkan ketentuan kedalam Internal Revenue Code( peraturan perpajakan di Amerika) yang mengizinkan perorangan (termasuk mereka yang sudah memiliki program pensiun perusahaan) untuk menyisihkan sebesar 4.000 US $ setahun.

Jenis – Jenis Reksadana

1. Reksadana Pasar Uang:

Reksa Dana yang menempatkan 100% dananya, dalam instrumen pasar uang, seperti deposito, SBI (Sertifikat Bank Indonesia), atau obligasi (surat utang yang diterbitkan oleh perusahaan atau Pemerintah) yang memiliki jatuh tempo kurang dari 1 tahun.

2. Reksadana Dana Tetap:

Reksa Dana yang menempatkan minimum 80% dari dananya dalam instrumen obligasi.

3. Reksa Dana Campuran:

Reksa Dana yang menempatkan dananya, dalam instrumen pasar uang atau obligasi, atau saham dengan komposisi yang fleksibel.

4. Reksa Dana Saham:

Reksa Dana yang menempatkan minimum 80% dari dananya dalam instrumen saham.

Reksa Dana Terproteksi:

Reksa Dana yang menempatkan sebagian besar dananya dalam instrumen obligasi sedemikian rupa dapat memberikan perlindungan atas nilai awal investasi pada saat jatuh temponya.

Manfaat Reksadana

Reksa Dana memiliki beberapa manfaat yang menjadikannya sebagai salah satu alternatif investasi yang menarik antara lain:

1. Dikelola oleh manajemen profesional

Pengelolaan portofolio suatu Reksa Dana dilaksanakan oleh Manajer Investasi yang memang mengkhususkan keahliannya dalam hal pengelolaan dana. Peran Manajer Investasi sangat penting mengingat Pemodal individu pada umumnya mempunyai keterbatasan waktu, sehingga tidak dapat melakukan riset secara langsung dalam menganalisa harga efek serta mengakses informasi ke pasar modal.

2. Diversifikasi investasi

Diversifikasi atau penyebaran investasi yang terwujud dalam portofolio akan mengurangi risiko (tetapi tidak dapat menghilangkan), karena dana atau kekayaan Reksa Dana diinvestasikan pada berbagai jenis efek sehingga risikonya pun juga tersebar. Dengan kata lain, risikonya tidak sebesar risiko bila seorang membeli satu atau dua jenis saham atau efek secara individu.

3. Transparansi informasi

Reksa Dana wajib memberikan informasi atas perkembangan portofolionya dan biayanya secara kontinyu sehingga pemegang Unit Penyertaan dapat memantau keuntungannya, biaya, dan risiko setiap saat.Pengelola Reksa Dana wajib mengumumkan Nilai Aktiva Bersih (NAB) nya setiap hari di surat kabar serta menerbitkan laporan keuangan tengah tahunan dan tahunan serta prospektus secara teratur sehingga Investor dapat memonitor perkembangan investasinya secara rutin.

4. Likuiditas yang tinggi

Agar investasi yang dilakukan berhasil, setiap instrumen investasi harus mempunyai tingkat likuiditas yang cukup tinggi. Dengan demikian, Pemodal dapat mencairkan kembali Unit Penyertaannya setiap saat sesuai ketetapan yang dibuat masing-masing Reksadana sehingga memudahkan investor mengelola kasnya. Reksadana terbuka wajib membeli kembali Unit Penyertaannya sehingga sifatnya sangat likuid.

5. Biaya Rendah

Karena reksadana merupakan kumpulan dana dari banyak pemodal dan kemudian dikelola secara profesional, maka sejalan dengan besarnya kemampuan untuk melakukan investasi tersebut akan menghasilkan pula efisiensi biaya transaksi.

Biaya transaksi akan menjadi lebih rendah dibandingkan apabila Investor individu melakukan transaksi sendiri di bursa.

Karakteristik Reksadana
· Pasar Uang

1. Relatif lebih aman dibandingkan jenis reksa dana lainnya.

2. Bersifat likuid atau mudah dicairkan.

3. Investasi jangka pendek.

4. Mempunyai potensi keuntungan sedikit lebih tinggi dari deposito.

· Pendapatan Tetap

1. Mempunyai potensi keuntungan lebih tinggi dari

reksa dana pasar uang.

2. Investasi jangka menengah.

· Campuran

1. Mempunyai potensi keuntungan yang cukup

tinggi.

2. Investasi jangka menengah sampai panjang.

· Saham

1. Mempunyai potensi keuntungan paling tinggi,

namun mempunyai risiko yang lebih tinggi

dibanding reksa dana lainnya.

2. Investasi jangka panjang.

· Terproteksi

1. Perlindungan 100% pada nilai pokok investasi,

jika dicairkan sesuai dengan jangka waktu yang

ditentukan.

2. Mempunyai potensi keuntungan sebesar tingkat

bunga portfolio obligasi.

Keuntungan Reksa Dana

Biaya relatif rendah.
Cocok untuk pemodal pemula dan investor dengan kemampuan finansial yang tidak terlalu besar, serta tidak terlalu menguasai teknik – teknik portofolio.
Dikelola oleh Manajer Investasi yang profesional.

Risiko Investasi Reksa Dana

Untuk melakukan investasi Reksa Dana, Investor harus mengenal jenis risiko yang berpotensi timbul apabila membeli Reksadana.

1. Risiko menurunnya NAB (Nilai Aktiva Bersih) Unit Penyertaan

Penurunan ini disebabkan oleh harga pasar dari instrumen investasi yang dimasukkan dalam portofolio Reksadana tersebut mengalami penurunan dibandingkan dari harga pembelian awal. Penyebab penurunan harga pasar portofolio investasi Reksadana bisa disebabkan oleh banyak hal, di antaranya akibat kinerja bursa saham yang memburuk, terjadinya kinerja emiten yang memburuk, situasi politik dan ekonomi yang tidak menentu, dan masih banyak penyebab fundamental lainnya.

2. Risiko Likuiditas

Potensi risiko likuiditas ini bisa saja terjadi apabila pemegang Unit Penyertaan reksadana pada salah satu Manajer Investasi tertentu ternyata melakukan penarikkan dana dalam jumlah yang besar pada hari dan waktu yang sama. Istilahnya, Manajer Investasi tersebut mengalami rush (penarikan dana secara besar-besaran) atas Unit Penyertaan reksadana. Hal ini dapat terjadi apabila ada faktor negatif yang luar biasa sehingga mempengaruhi investor reksadana untuk melakukan penjualan kembali Unit Penyertaan reksadana tersebut. Faktor luar biasa tersebut di antaranya berupa situasi politik dan ekonomi yang memburuk, terjadinya penutupan atau kebangkrutan beberapa emiten publik yang saham atau obligasinya menjadi portofolio Reksadana tersebut, serta dilikuidasinya perusahaan Manajer Investasi sebagai pengelola Reksadana tersebut.

3. Risiko Pasar

Risiko Pasar adalah situasi ketika harga instrumen investasi mengalami penurunan yang disebabkan oleh menurunnya kinerja pasar saham atau pasar obligasi secara drastis. Istilah lainnya adalah pasar sedang mengalami kondisi bearish, yaitu harga-harga saham atau instrumen investasi lainnya mengalami penurunan harga yang sangat drastis. Risiko pasar yang terjadi secara tidak langsung akan mengakibatkan NAB (Nilai Aktiva Bersih) yang ada pada Unit Penyertaan Reksadana akan mengalami penurunan juga. Oleh karena itu, apabila ingin membeli jenis Reksadana tertentu, Investor harus bisa memperhatikan tren pasar dari instrumen portofolio Reksadana itu sendiri.

4. Risiko Default

Risiko Default terjadi jika pihak Manajer Investasi tersebut membeli obligasi milik emiten yang mengalami kesulitan keuangan padahal sebelumnya kinerja keuangan perusahaan tersebut masih baik-baik saja sehingga pihak emiten tersebut terpaksa tidak membayar kewajibannya. Risiko ini hendaknya dihindari dengan cara memilih Manajer Investasi yang menerapkan strategi pembelian portofolio investasi secara ketat.

Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan

  1. Reksa Dana bukan merupakan produk bank, sehingga tidak dijamin oleh bank, serta tidak termasuk dalam cakupan objek program penjaminan pemerintah atau penjaminan simpanan.
  2. Semakin tinggi potensi keuntungan yang dapat Anda raih, semakin besar pula risiko hilangnya nilai investasi Anda.
  3. Pastikan memperoleh Bukti Kepemilikan Unit Penyertaan.
  4. Pastikan memiliki hak untuk menjual kembali sebagian atau seluruh Unit Penyertaannya, kepada Manajer Investasi.
  5. Dapatkan laporan posisi Nilai Aktiva Bersih dari Unit Penyertaan dan laporan tahunan posisi penyertaan serta pembaharuan prospektus.
  6. Ketahui dan pahami rencana investasi portfolio yang akan ditanam dari produk Reksa Dana baik potensi hasil dan risiko dengan membaca prospektus secara cermat.
  7. Pahami tujuan rencana keuangan pribadi dan pemilihan produk sesuai dengan profil risiko.
  8. Tetap menyediakan dana yang cukup dan menabung secara teratur untuk mengantisipasi timbulnya risiko investasi.
  9. Pilih jangka waktu investasi yang sesuai dengan rencana keuangan Anda dan jangan mudah terpengaruh pendapat orang lain, serta berpikir dan bertindak realistis dalam berinvestasi.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...