Sunday, August 22, 2010

Creative Thinking's DNA ( Four Element To Develop Creative Thinking)

Creative Thinking Skills atau saya istilah kan Daya Berpikiri Kreatif/ Daya Kreatifitas....satu istilah yang nampaknya tidak terlepas dari aktivitas kerja kita sehari-hari. Daya kreativitas mencakup banyak arena,mulai dari arena pengembangan produk/proses/sistem, proses penyelesaian pekerjaan, proses pelayanan pelanggan, hingga proses pengembangan SDM. Dengan kata lain, creative thinking skills selayaknya diinjeksikan dalam segenap lini yang melingkupi sebuah organisasi. Sebab sebuah organisasi yang kreatif dalam segenap proses bisnisnya niscaya memiliki asa untuk terus menjaga kesinambungan kejayaannya.
Pertanyaanya : elemen apa saja yang harus dipilih untuk mengmbangkan Creative Thinking Skills? Dalam sebuah risalah yang bertajuk The Innovator's DNA (dimuat pada jurnal Harvard Business Review edisi Desember 2009), dipetakan empat elemen kunci yang mesti disandang untuk mengembangkan ketajaman Creative Thikinking Skills:

Elemen 1 : Associating.
Meng-asosiasikan atau ketrampilan asosiasi adalah sejenis kemampuan untuk mengkoneksikan sejumlah perspektif dari beragam disiplin yang berbeda, guna membangun satu gagasan yang bersifat kreatif. "Creativity is connecting things", begitu sang dewa inovasi, Steve Jobs pernah berujar.
Asosiasi sejatinya bersandar pada kemampuan untuk menggunakan kekayaan wawasan kita pada satu bidang/disiplin ilmu tertentu, dan kemudian mencoba mengaplikasikannya dalam bidang lain, guna menghasilkan sebuah temuan baru yang inovatif. Disini misalnya kita mengenal bagaiamana teknologi fraktal (yang berbasis pada chaos theory) diaplikasikan dalam pembuatan batik, dan bum.....yang tercipta kemudian adalah kain batik dengan corak yang unik nan spektakuler.

Ketrampilan asosiasi adalah sejenis kemampuan yang terus menggedor kita untuk bisa berpikir lintas didisplin dan lintas bidang. Dan sungguh, lentingan kreativitas hanya akan terekspresi manakala kita memiliki ketajaman untuk membangun asosiasi ini.

Elemen 2 : Questioning.
Ribuan tahun silam kita pernah mendengar sang filsuf Plato berdendang : "Kecerdasan seseorang tidak diukur dari seberapa bagus ia memberikan jawaban, namun dari ketrampilannya meracik sebuah pertanyaan".
Para inovator sejati adalah mereka yang secara konstan selalu mengajukan pertanyaan. Para creative thinkers adalah mereka yang selalu bertanya : why, why not, dan what if? Mereka selalu mendedahkan serangkaian pertanyaan semacam itu untuk mendapatkan clue bagi aneka gagasan baru. Sebab dibalik rentetan pertanyaan yang mengedor itu, niscaya terbentang luas hamparan gagasan kreatif yang menunggu untuk diejawantahkan.

Elemen 3 : Observing.
Ah, betapa beragam dan uniknya fenomena yang ada disekeliling kita. Betapa kayanya beragam dimensi kultural dan sosial yang ada di segenap kolong jagat ini. Dan dari kemampuan untuk melakukan observasi inilah, sesungguhnya telah banyak ide kreatif dilahirkan. Bisnis makanan kebab turki baba rafi yang fenomenal itu lahir lantaran hasil observasi pendirinya ketika jalan-jalan ke negara Timur Tengah. Produk kerajinan radio dari kayu yang menembus empat benua itu lahir karena pendirinya bingung melihat begitu banyak kayu sengon yang ada dikampungnya, di Temanggung sana.
Pendeknya, kemahiran melakukan observasi dan ketajaman mencium peluang inovasi dibaliknya, merupakan sejenis gen yang melekat dalam DNA setiap kreator sejati. Jadi, sering-seringlah melakukan proses observasi secara intens atas segenap situasi di sekeliling kita. Lalu, cobalah bangun imajinasi kreatif untuk merekahkan hasil observasi itu dalam serangkaian gagasan nan inovatif.

Elemen 4 : Experimenting.
Kita mengenal kisah indah dari Thomas Alva Edison puluhan tahun silam : ia telah melakukan eksperimen sebanyak dua ribu kali sebelum akhirnya menemukan bohlam lampu yang sekarang mungkin nangkring diatas meja kantor Anda.
Para inovator sejati adalah mereka yang tidak takut untuk melakukan dan mencoba hal-hal baru. Dan sungguh, mereka juga tak pernah takluk ketika eksperimen gagasan barunya itu selalu kandas menembus ilalang. Mereka selalu terus mencoba dan mencoba, demi membuktikan bahwa gagasan inovatifnya layak untuk dihamparkan dalam kenyataan.

Demikianlah, empat elemen kunci yang mungkin mesti dirawat dengan sepenuh hati manakala kita hendak melambungkan creative thinking skills

Saturday, July 31, 2010

The Story of Andoy - A Little Boy with A Great Soul

Ada seorang bocah kelas 4 SD di suatu daerah di Milaor Camarine Sur (Filipina) yang setiap hari mengambil rute melintasi daerah tanah berbatuan dan menyeberangi jalan raya yang berbahaya dimana banyak kendaraan yang melaju kencang dan tidak beraturan. Setiap kali berhasil menyeberangi jalan raya tersebut, bocah ini mampir sebentar ke Gereja setiap pagi hanya untuk menyapa Tuhan. Tindakannya selama ini diamati oleh seorang Pendeta yang merasa terharu menjumpai sikap bocah yang lugu dan beriman tersebut.

"Bagaimana kabarmu Andoy? Apakah kamu akan ke sekolah ?"
"Ya, Bapa Pendeta!" balas Andoy dengan senyumnya yang menyentuh hati Pendeta tersebut.

Dia begitu memperhatikan keselamatan Andoy sehingga suatu hari dia berkata kepada bocah tersebut, "Jangan menyeberang jalan raya sendirian, setiap kali pulang sekolah kamu boleh mampir ke Gereja dan saya akan menemani kamu ke seberang jalan, jadi dengan cara tersebut saya bisa memastikan kamu pulang ke rumah dengan selamat."

"Terima kasih, Bapa Pendeta."
"Kenapa kamu tidak pulang sekarang?? Apakah kamu tinggal di Gereja setelah pulang sekolah?"
"Aku hanya ingin menyapa kepada Tuhan .. sahabatku."
Dan Pendeta itu segera meninggalkan Andoy untuk melewatkan waktunya di depan altar berbicara sendiri, tapi kemudian Pendeta tersebut bersembunyi di balik altar untuk mendengarkan apa yang dibicarakan Andoy kepada Bapa di Surga.

"Engkau tahu Tuhan, ujian matematikaku hari ini sangat buruk, tetapi aku tidak mencontek walaupun temanku melakukannya. Aku makan satu kue dan minum airku. Ayahku mengalami musim paceklik dan yang bisa kumakan hanyalah kue ini. Terima kasih buat kue ini Tuhan!. Aku tadi melihat anak kucing malang yang kelaparan dan aku memberikan kueku yang terakhir buatnya.. Lucunya, aku nggak begitu lapar. Lihat, ini selopku yang terakhir, aku mungkin harus berjalan tanpa sepatu minggu depan. Engkau tahu ini sepatu ini akan rusak, tapi tidak apa-apa .. paling tidak aku tetap dapat pergi ke sekolah.

Orang-orang berbicara bahwa kami akan mengalami musim panen yang susah bulan ini, bahkan beberapa temanku sudah berhenti sekolah. Tolong bantu mereka supaya bisa sekolah lagi, tolong Tuhan??
Oh ya, Engkau tahu Ibu memukulku lagi. Ini memang menyakitkan, tapi aku tahu sakit ini akan hilang, paling tidak aku masih punya seorang Ibu,
Tuhan. Engkau mau lihat lukaku??? Aku tahu Engkau mampu menyembuhkannya, disini .. disini .. aku rasa Engkau tahu yang ini khan ..?? Tolong jangan marahi Ibuku ya ..??? Dia hanya sedang lelah dan kuatir akan kebutuhan makanan dan biaya sekolahku.. Itulah mengapa dia memukul kami.

Oh Tuhan, aku rasa aku sedang jatuh cinta saat ini. Ada seorang gadis yang cantik di kelasku, namanya Anita... Menurut Engkau apakah dia akan menyukaiku ??? Bagaimanapun juga paling tidak aku tahu Engkau tetap menyukaiku karena aku tidak usah menjadi siapapun hanya untuk menyenangkanMu. Engkau adalah sahabatku.
Hei.. ulang tahunMu tinggal dua hari lagi, apakah Engkau gembira??
Tunggu saja sampai Engkau lihat, aku punya hadiah untukMu. Tapi ini kejutan bagiMu. Aku berharap Engkau akan menyukainya.Ooops aku harus pergi sekarang."

Kemudian Andoy segera berdiri dan memanggil Pendeta itu, "Bapa Pendeta.. Bapa Pendeta.. aku sudah selesai bicara dengan sahabatku, anda bisa menemaniku menyeberang jalan sekarang!"

Kegiatan tersebut berlangsung setiap hari, Andoy tidak pernah absen sekalipun. Pendeta Agaton berbagi cerita ini kepada jemaat di Gerejanya setiap hari Minggu karena dia belum pernah melihat suatu iman dan kepercayaan yang murni kepada Allah.. suatu pandangan positif dalam situasi yang negatif.

Pada hari Natal, Pendeta Agaton jatuh sakit sehingga dia tidak bisa memimpin gereja dan dirawat di rumah sakit. Gereja diserahkan pengelolaannya kepada 4 wanita tua yang tidak pernah tersenyum dan selalu menyalahkan segala sesuatu yang orang lain perbuat. Mereka juga sering mengutuki orang yang menyinggung mereka.

Mereka sedang berlutut memegangi rosario mereka ketika Andoy tiba dari pesta natal di sekolahnya, dan menyapa "Halo Tuhan.. aku ...'
"Kurang ajar kamu bocah!!! Tidakkah kamu lihat kami sedang berdoa??!!! Keluar!!!"

Andoy begitu terkejut, " Di mana Bapa Pendeta Agaton ..??? Dia seharusnya membantuku menyeberangi jalan raya.. Dia selalu menyuruhku mampir lewat pintu belakang Gereja. Tidak hanya itu, aku juga harus menyapa Tuhan Yesus - ini hari ulang tahunNya, aku punya hadiah untukNya."

Ketika Andoy mau mengambil hadiah tersebut dari dalam bajunya, seorang dari keempat wanita itu menarik kerahnya dan mendorongnya keluar Gereja. Sambil membuat tanda salib ia berkata "Keluarlah bocah .. kamu akan mendapatkannya !!!"

Oleh karena itu Andoy tidak punya pilihan lain kecuali sendirian menyeberangi jalan raya yang berbahaya tersebut di depan Gereja. Dia mulai menyeberang. Ketika tiba-tiba sebuah bus datang melaju dengan kencang - di situ ada tikungan yang tidak terlihat pandangan. Andoy melindungi hadiah tersebut di dalam saku bajunya, sehingga dia tidak melihat datangnya bus tersebut. Waktunya hanya sedikit untuk menghindar .. dan Andoy tewas seketika. Orang-orang disekitarnya berlarian dan mengelilingi tubuh bocah malang tersebut yang sudah tak bernyawa.

Tiba-tiba, entah muncul dari mana ada seorang pria berjubah putih dengan wajah yang halus dan lembut namun penuh dengan air mata datang dan memeluk tubuh bocah malang tersebut. Dia menangis. Orang-orang penasaran dengan dirinya dan bertanya, " Maaf Tuan, apakah anda keluarga bocah malang ini? Apakah anda mengenalnya?" Pria tersebut dengan hati yang berduka karena penderitaan yang begitu dalam segera berdiri dan berkata," Dia adalah sahabatku." Hanya itulah yang dia katakan. Dia mengambil bungkusan hadiah dari dalam baju bocah malang tersebut dan menaruhnya di dadanya. Dia lalu berdiri dan membawa pergi tubuh bocah malang tersebut dan keduanya kemudian menghilang. Kerumunan orang tersebut semakin penasaran...

Di malam Natal, Pendeta Agaton menerima berita yang sungguh mengejutkan. Dia berkunjung ke rumah Andoy untuk memastikan pria misterius berjubah putih tersebut. Pendeta itu bertemu dan bercakap-cakap dengan kedua orang tua Andoy.

"Bagaimana anda mengetahui putera anda meninggal ?"
"Seorang pria berjubah putih yang membawanya kemari." ucap ibu Andoy
terisak.
"Apa katanya ?"
Ayah Andoy berkata ,"Dia tidak mengucapkan sepatah katapun. Dia sangat berduka. Kami tidak mengenalnya namun dia terlihat sangat kesepian atas meninggalnya Andoy. Sepertinya Dia begitu mengenal Andoy dengan baik. Tapi ada suatu kedamaian yang sulit untuk dijelaskan menegani Dirinya. Dia menyerahkan anak kami dan tersenyum lembut. Dia menyibakkan rambut Andoy dari wajahnya dan memberikan kecupan di keningnya kemudian Dia membisikkan sesuatu .."
"Apa yang dia katakan ?"
"Dia berkata kepada puteraku .." ujar sang Ayah, "Terima kasih buat kadonya. Aku akan segera berjumpa denganmu. Engkau akan bersamaku." Dan sang Ayah melanjutkan, "Anda tahu kemudian . semuanya itu terasa begitu indah.. Aku menangis tetapi tidak tahu mengapa bisa demikian. Yang aku tahu aku menangis karena bahagia.. Aku tidak dapat menjelaskannya Bapa Pendeta, tetapi ketika Dia meninggalkan kami ada suatu kedamaian yang memenuhi hati kami, aku merasakan kasihnya yang begitu dalam di hatiku.. Aku tidak dapat melukiskan sukacita di dalam hatiku. Aku tahu puteraku sudah berada di Surga sekarang. Tapi tolong katakan padaku, Bapa Pendeta.. siapakah Pria ini yang selalu bicara dengan puteraku setiap hari di Gerejamu ? Anda seharusnya mengetahui karena anda selalu berada disana setiap hari, kecuali pada waktu puteraku meninggal ."

Pendeta Agaton tiba-tiba merasa air matanya menetes di pipinya, dengan lutut gemetar dia berbisik," Dia tidak berbicara dengan siapa-siapa .. kecuali dengan Tuhan.

Wednesday, May 26, 2010

10 Amazing Lesson From Albert Einstein

1. Follow Your Curiosity

“I have no special talent. I am only passionately curious.”


What piques your curiosity? I am curious as to what causes one person to succeed while another person fails; this is why I’ve spent years studying success. What are you most curious about? The pursuit of your curiosity is the secret to your success.

2. Perseverance is Priceless

“It's not that I'm so smart; it's just that I stay with problems longer.”


Through perseverance the turtle reached the ark. Are you willing to persevere until you get to your intended destination? They say the entire value of the postage stamp consist in its ability to stick to something until it gets there. Be like the postage stamp; finish the race that you’ve started!

3. Focus on the Present

“Any man who can drive safely while kissing a pretty girl is simply not giving the kiss the attention it deserves.”


My father always says you cannot ride two horses at the same time. I like to say, you can do anything, but not everything. Learn to be present where you are; give your all to whatever you’re currently doing.

Focused energy is power, and it’s the difference between success and failure.

4. The Imagination is Powerful

“Imagination is everything. It is the preview of life's coming attractions. Imagination is more important than knowledge.”


Are you using your imagination daily? Einstein said the imagination is more important than knowledge! Your imagination pre-plays your future. Einstein went on to say, “The true sign of intelligence is not knowledge, but imagination.” Are you exercising your “imagination muscles” daily, don’t let something as powerful as your imagination lie dormant.

5. Make Mistakes

“A person who never made a mistake never tried anything new.”


Never be afraid of making a mistake. A mistake is not a failure. Mistakes can make you better, smarter and faster, if you utilize them properly. Discover the power of making mistakes. I’ve said this before, and I’ll say it again, if you want to succeed, triple the amount of mistakes that you make.

6. Live in the Moment

“I never think of the future - it comes soon enough.”


The only way to properly address your future is to be as present as possible “in the present.”

You cannot “presently” change yesterday or tomorrow, so it’s of supreme importance that you dedicate all of your efforts to “right now.” It’s the only time that matters, it’s the only time there is.

7. Create Value

“Strive not to be a success, but rather to be of value."


Don’t waste your time trying to be successful, spend your time creating value. If you’re valuable, then you will attract success.

Discover the talents and gifts that you possess, learn how to offer those talents and gifts in a way that most benefits others.

Labor to be valuable and success will chase you down.

8. Don’t Expect Different Results

“Insanity: doing the same thing over and over again and expecting different results.”


You can’t keep doing the same thing everyday and expect different results. In other words, you can’t keep doing the same workout routine and expect to look differently. In order for your life to change, you must change, to the degree that you change your actions and your thinking is to the degree that your life will change.

9. Knowledge Comes From Experience

“Information is not knowledge. The only source of knowledge is experience.”


Knowledge comes from experience. You can discuss a task, but discussion will only give you a philosophical understanding of it; you must experience the task first hand to “know it.” What’s the lesson? Get experience! Don’t spend your time hiding behind speculative information, go out there and do it, and you will have gained priceless knowledge.

10. Learn the Rules and Then Play Better

“You have to learn the rules of the game. And then you have to play better than anyone else.”


To put it all in simple terms, there are two things that you must do. The first thing you must do is to learn the rules of the game that you’re playing. It doesn’t sound exciting, but it’s vital. Secondly, you must commit to play the game better than anyone else. If you can do these two things, success will be yours!

Source : http://www.dumblittleman.com/

Thursday, May 13, 2010

Pergi Atau Datang, Tentukan Pilihan!

Pergi, jangan hiraukan. Tangis adalah ketakutan bahwa yang belum terlihat terasa mengerikan. Tidak akan lama karena seringnya manja datang sesekali saja, beri sedikit waktu dan kan terlihat lagi tawa. Rengekan hanyalah ego hati yang minta dikasihani, katakan semua akan baik-baik saja lalu tinggalkan. Menunggu tidak pernah mudah tapi kesabaran adalah sebuah kualitas bukan hanya untuk dicoba tapi diperjuangkan.

Pergi, jangan berhenti. Jika keputusan sudah ditetapkan tentunya yang terbaik yang jadi pilihan. Waktu tidak pernah untuk berhenti, bukan hanya tidak akan terulang lagi tapi juga bukan untuk disesali. Tegakkan pandangan, kuatkan pijakan dan melangkah bukan lagi pilihan tapi keharusan. Sudah dikatakan apa yang perlu dikatakan, biar tangis yang mengiringi karena jika tawa mungkin justru akan menyakiti.


Datang, jangan enggan. Yang terlihat mungkin tidak selalu yang terbaik, bahkan tidak juga baik. Yang terdengar seringnya hanya cacian, yang seperti ini bukan dengan telinga tapi dengan seksama. Tanya malam dan dengarkan ceritanya bahwa topeng bisa meminjam matahari tapi gelaplah yang mampu menelanjangi. Bantal bukan hanya alas kepala tapi saksi dari mata yang mengeluarkan resahnya.

Datang, jangan malu. Tertulis dalam rangkaian kata, kadang mengalir tak jarang melompat dan salah tafsir bukan sebuah kesalahan tapi menunjukkan kemampuan. Memang berbeda, tak pernah sama karena diseragamkan adalah sebuah pemaksaan dan tidak ada yang mau terpaksa. Andai tahu, hanya ingin dibaca. Tak terjemahkan tidak akan mengurangi apa-apa karena yang memaksakan lebih sering membuat kecewa.

Tak bisa dilisankan, bukan tidak mencoba tapi kata lebih sering berbaris daripada terlontar. Mata bisa bicara tapi mata juga bisa menipu, bisa tertipu. Serumit ini, sebagian bisa bilang seperti itu karena hanya membaca tapi enggan mencerna. Dan kata kemudian kehilangan artinya, dan kata tidak bisa merubah apa-apa tapi percayalah pada yang dirasa karena seringnya dia jujur meski terabaikan.

Apa ini sebuah permintaan? Tidak karena akan terdengar seperti pemaksaan. Pemaksaan adalah hal terakhir yang bisa dilakukan, terakhir yang tidak ingin dijadikan pilihan. Tanya pada apa yang dirasa, jika merasa sama jalan tentu bisa dibuka. Bergandengan atau sendiri, dengan caramu atau dengan caraku, lihat yang di depan, apa kita sedang memandang arah yang sama?
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...